sorakan / isakan

Aku tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Belum sempat kucerna. Semua seakan saling bahu-membahu memenuhi pikiranku. Satu goresan seakan tak puas. Goresan demi goresan praduga tersebut tak henti-hentinya muncul. Satu demi satu, melebihi kadarnya. Ukiran-ukiran pertanyaan yang melimpah itu pun hinggap dengan manis. Merasa nyaman, hingga melekatkan dirinya lebih lagi. Lelah, lelah rasanya terus…

Advertisements

sulitnya menjadi remaja

Hmm, nggak bisa dibilang dewasa, tapi nggak bisa juga dibilang anak-anak. Iya, itulah yang disebut dengan remaja. "Apa sih remaja itu?" Hmm, rata-rata orang juga udah tau sih jawaban dari pertanyaan di atas. Tapi, disini aku mau jelasin tentang arti remaja bagiku. Buat aku, remaja itu adalah sebuah proses peralihan manusia dari masa anak-anak menuju masa…

sesak.

Aku menatap apa yang ada di hadapanku dengan tatapan yang sulit diartikan, ditemani dengan rambatan rasa sakit di dadaku. Sesak. Seperti ada sesuatu yang menekan dadaku. Pelan memang, namun bisa kurasakan. Entah. Entah kata apa yang bisa melukiskan keadaanku saat ini. Sebuah perang besar terjadi dalam benakku, seakan saling bertengkar untuk menguasai pikiranku sepenuhnya. Tak…

kacau

Aku heran dengan segala perasaan yang kurasakan saat ini. Sulit untuk mendeskripsikan semua rasa itu. Yang pasti, aku muak untuk merasakannya. Aku tahu, semua rasa ini merupakan rasa yang wajar untuk kurasa, atau mungkin harus kurasa sebagai proses menuju pendewasaan diriku. Entah dirikulah yang terlalu lemah atau gampang menyerah, tapi kalau boleh jujur aku sungguh…

thoughts : am I real?, it’s all in vain!

Apakah diriku nyata? Jika iya, mengapa semua orang tak menganggapku ada? Jika iya, mengapa semua orang mengabaikanku? Jika iya, mengapa aku tak bisa merasakan bahwa aku ini benar-benar nyata? *** Sia-sia! Semua kata yang terlontar dari mulutku, Semua kebaikan yang telah kuberi, Semua waktu yang telah ku korbankan, Semuanya sia-sia!

loneliness and emptiness

Aku hanya bisa berharap bahwa semua ini cepat berlalu. Rasa kesepianku, yang selalu menghantui diriku, yang semakin hari semakin besar dan mengambil alih diriku sepenuhnya. Semua berawal dari rasa kesepianku. Hingga aku memilih untuk menghancurkan diriku. Mindset ku berkata demikian, "Tak ada seorang pun yang memedulikanmu, maka untuk apa kau pedulikan dirimu sendiri?" "Kamu telah…

I just want u to understand me..

Tak ada seorang pun yang mengerti diriku. Mereka selalu menganggap enteng semua situasi yang aku hadapi. Sebagian dari mereka bilang, bahwa aku tidak dapat mentolerir kondisi/situasi ini. Sebagian dari mereka juga menganggap aku merupakan orang yang haus akan perhatian. Mungkin mereka semua benar. Tapi, coba tutup mulutmu sejenak dan pasang telingamu, dengarkanlah apa yang ingin…

topeng & benteng..

Aku berbeda. Aku berbeda denganmu. Iya, kamu, kamu yang sedang membaca tulisanku ini. Mungkin, kau bertanya-tanya, mengapa aku menjauh darimu. Baiklah, silahkan baca tulisan ini jika kau mau tahu alasannya. Tapi, kurasa, kamu sudah bisa menyimpulkannya, dari kalimat pertama tulisan ini. Aku berbeda. Aku tahu, kau mungkin bertanya-tanya, mengapa aku menganggap diriku berbeda denganmu. Aku…

am I a failure..?

Tak ada yang bersifat selamanya. Pada akhirnya, semua orang pun pergi. Dan tinggallah aku seorang diri. Tak apa, aku sudah terbiasa dengan ini:) Aku tahu, pada dasarnya aku memang sebuah kesalahan. Aku pun sadar diri, bahwa aku hanya pembuat masalah, yang membuat runyam segalanya, hmm, tak perlu berbohong di depanku, aku yakin di lubuk hatimu…

“Lelah”

"Lelah" Kata itu terlontar dari mulutku untuk yang ke sekian kalinya. Jika kau bertanya-tanya tentang perasaanku, bacalah ulang kata pertama dalam tulisanku ini. Kata itu cukup dapat mewakili perasaanku. *** Aku lelah akan kehidupan. Kehidupan yang seharusnya kusyukuri atas pemberianNya. Aku lelah akan dunia. Dunia dimana aku dilahirkan. Aku lelah akan takdir. Takdir yang membuatku…